Thursday, September 15, 2011

Timer OMRON

Dalam dunia elektronika dan telekomunikasi sering kita jumpai timer. Timer atau dalam bahasa indonesia berarti pewaktuan. Timer banyak kita jumpai diantaranya pada perangkat AC dan perangkat ATS Genset. Pada perangkat AC timer dapat difungsikan untuk pewaktuan AC menyala, misalkan dua AC menyala secara bergantian untuk mendinginkan ruangan. Untuk ATS Genset, timer dapat difungsikan untuk pewaktuan genset running dan pewaktuan genset mati.

Timer yang sudah umum dipakai adalah timer OMRON H3CR. Untuk pinnya ada 8 pin dan 11 pin. Yang ingin saya bahas adalah timer OMRON H3CR-A8 8 pin karena yang sering dipakai adalah yang 8 pin.

Berikut gambar timer OMRON H3CR-A8 8 pin:

Bagian-bagian dari timer OMRON yaitu:
  • 1. Skala penunjukan timer
  • 2. Pengaturan skala pewaktuan bisa detik, menit, jam, dan 10xjam
  • 3. Pengaturan skala angka bisa 0-1.2, 0-3, 0-12, dan 0-30
  • 4. Pengaturan mode timer bisa A, B2, E, dan J
  • 5. Lampu power timer saat mendapatkan catuan DC atau AC
  • 6. Lampu penunjukan timer saat penghitungan mundur habis  

Selanjutnya adalah bagian 8 pin kaki timer sbb:
  • Source timer, yaitu DC 12-48 V atau AC 24-48 V
  • Koneksi timer NC (Normally Close), yaitu pin 1 dengan 4 dan pin 5 dengan 8
  • Koneksi timer NO (Normally Open), yaitu pin 1 dengan 3 dan pin 6 dengan 8

Yang akan kami bahas disini adalah mode timer. Timer tersebut memiliki 4 mode A, B2, E, dan J. Masing-masing mode memiliki fungsi sendiri. Untuk fungsinya dapat kita lihat dalam tabel di bawah ini:


Dari penjelasan di atas, semoga dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Ada komentar, mari kita diskusikan sama-sama. Terima kasih.

Baca Selanjutnya - Timer OMRON

Wednesday, July 13, 2011

Menghilangkan Sync Issues di Outlook

Bagi teman-teman yang menggunakan email outlook kadang kita dibuat jengkel dengan sync issues di Mailbox yang jumlahnya bertambah terus. Kalau sudah lama bisa sampai Mb. 



Untuk menghilangkannya ternyata sangat simpel yaitu ikuti panduan gambar berikut:



Klik shortcut folder list yang ada di bagian kiri bawah page outlook. Setelah diklik akan muncul folder sync issues seperti gambar di bawah ini:


Tinggal hapus isi folder sync issues sesuai kehendak kita...

Selamat mencoba, semoga bermanfaat



Baca Selanjutnya - Menghilangkan Sync Issues di Outlook

Monday, June 20, 2011

Ukuran Performansi Teknik Modulasi Digital

Suatu teknik modulasi digital idealnya memenuhi keempat faktor yakni sebagai berikut:

Ø    Pesat galat (error rate) rendah pada tingkat rasio daya isyarat terhadap derau  (Signal to Noise Ratio, SNR)  rendah. Pada kondisi normal, isyarat yang diterima dengan SNR yang rendah berpeluang besar untuk lebih banyak terjadi kesalahan. Teknik modulasi yang ideal harus mampu di dalam modulasinya atau dengan pengaruh derau yang besar, sedemikian sehingga kesalahannya dalam penerimaan tetap serendah mungkin.

Ø Performa yang baik pada kondisi Fading dan Multipath. Adanya fenomena beragamnya  kanal transmisi yang dilalui isyarat (multipath) menyebabkan terjadinya kondisi fading yakni isyarat yang sampai pada penerima yang melewati berbagai kanal transmisi yang berbeda akan dapat saling melemahkan, merusak, ataupun meniadakan. Dalam kondisi seperti ini teknik modulasi digital yang ideal harus mempunyai performa yang bisa diandalkan sedemikian sehingga pengaruh merugikan dari fading ini dapat ditekan sekecil mungkin.

Ø    Efisiensi lebar bidang (Bandwidth, BW). Semua teknik modulasi tidak pernah dapat mengurangi lebar bidang  isyarat informasi yang dibawa. Teknik modulasi yang baik adalah teknik modulasi yang mampu menghasilkan isyarat modulasi yang dengan lebar bidang terbatas dan tetap alokasinya, mampu mengirimkan lebih banyak data informasi. Efisiensi lebar bidang  menunjukkan bagaimana suatu teknik modulasi mampu mengalokasikan data digital semaksimal mungkin dengan lebar bidang yang terbatas. Efisiensi lebar bidang dapat dinyatakan dengan


    dengan R adalah pesat data dengan satuan bps (bit per second) dan  B adalah lebar bidang (Bandwidth) dengan satuan hertz (Hz). Dari rumus tersebut dapat disimpulkan bahwasa efisiensi lebar bidang yang baik yakni dengan alokasi lebar bidang tertentu (tetap) dapat mengirimkan lebih banyak data.

Ø   Hemat biaya dan mudah diimplementasikan. Kriteria ini lebih mengarah pada alasan teknis. Biaya yang hemat berarti dalam pengadaan teknik modulasi yang dimaksud tidak menghabiskan biaya yang lebih besar dan sebanding dengan manfaat yang dibutuhkan pada aplikasi tertentu. Teknik modulasi digital yang baik juga mudah implementasinya ke dalam sebuah sistem komunikasi.


Performa suatu teknik modulasi digital pada kenyataannya lebih sering dilihat dari nilai efisiensi daya dan efisiensi lebar bidang. Hal ini karena kedua kriteria ini cukup mewakili keempat kriteria ideal modulasi digital. Efisiensi daya berkaitan dengan bagaimana suatu teknik modulasi dapat berperan maksimal dalam upaya mempertahankan isyarat informasi digital yang dikirimkan sampai ke penerima dengan menggunakan daya yang rendah. Efisiensi lebar bidang berkaitan dengan kemampuan mengalokasikan data digital untuk dapat terkirim lebih banyak dengan lebar bidang yang terbatas seperti telah dijelaskan di atas pada kriteria ideal ketiga.
Baca Selanjutnya - Ukuran Performansi Teknik Modulasi Digital

Friday, June 17, 2011

Perbandingan Komunikasi Analog dan Komunikasi Digital

Sistem komunikasi analog adalah sistem yang mentransmisikan isyarat analog, yaitu time signal yang berada pada nilai kontinyu pada interval waktu yang terdefinisikan.  Jika time signal analog tersebut dicuplik, maka yang terjadi adalah urutan bilangan-bilangan (nilai-nilai) yang harus ditransmisikan. Daftar nilai ini masih berupa nilai analog  yang bisa bernilai sembarang. Sistem ini belum digital dan dikatakan sebagai sistem diskret terhadap waktu (discrete time) atau sistem tercuplik (sampled system). Jika nilai-nilai tercuplik tersebut dibuat menjadi himpunan diskret (misalkan integer),  maka sistem menjadi digital.
Gambar 1 dibawah menunjukkan kekontrasan hubungan antara sistem komunikasi analog dan sistem komunikasi digital. Pada sistem analog, terdapat penguat (amplifier) di sepanjang jalur transmisi. Setiap penguat menghasilkan penguatan (gain), baik menguatkan isyarat pesan maupun derau  tambahan yang menyertai di sepanjang jalur transmisi tersebut.
Pada sistem digital, penguat digantikan regenerative repeater. Fungsi pengulang (repeater) selain menguatkan isyarat, juga “membersihkan” isyarat tersebut dari derau. Pada isyarat “unipolar baseband”, isyarat masukan hanya mempunyai dua nilai  0 atau 1. Jadi pengulang harus memutuskan, mana dari kedua kemungkinan tersebut yang boleh ditampilkan pada interval waktu tertentu, untuk menjadi nilai sesungguhnya di sisi penerima. Jadi keuntungan pertama komunikasi digital adalah kesalahan (error) hampir selalu dapat dikoreksi.
 
Gambar 1.Perbandingan komunikasi analog dan komunikasi digital

Keuntungan kedua sistem komunikasi digital adalah bahwa hanya berhubungan dengan nilai-nilai, bukan dengan bentuk gelombang. Karena itu nilai-nilai dapat dimanipulasi dengan menggunakan rangkaian-rangkaian logika , atau jika perlu, dengan mikroprosessor. Operasi-operasi matematika yang rumit dapat secara mudah ditampilkan untuk mendapatkan fungsi-fungsi pemrosesan isyarat atau keamanan dalam transmisi isyarat.
Keuntungan ketiga berhubungan dengan rentang dinamik. Ilustrasinya adalah seperti dicontohkan dalam perekaman disk. Perekaman disk piringan hitam analog mempunyai masalah terhadap rentang dinamik yang terbatas. Suara-suara yang sangat keras memerlukan variasi bentuk alur yang ekstrem, dan sulit bagi jarum perekam untuk mengikuti variasi-variasi tersebut. Perekaman secara digital tidak mengalami masalah, karena semua nilai amplitudenya, baik yang sangat tinggi maupun yang sangat rendah, ditransmisikan menggunakan urutan isyarat terbatas yang sama.
Namun, di dunia ini tidak ada yang ideal, demikian pula halnya dengan sistem komunikasi digital. Kerugian sistem digital dibandingkan dengan sistim analog adalah, bahwa sistem digital memerlukan lebar bidang yang besar. Sebagai contoh, sebuah kanal suara tunggal dapat ditransmisikan menggunakan single-sideband AM dengan lebar bidang yang kurang dari 5 kHz. Dengan menggunakan sistem digital, untuk mentransmisikan isyarat yang sama, diperlukan lebar bidang  hingga empat kali sistem analog.
Kerugian yang lain adalah selalu harus tersedia sinkronisasi. Ini penting bagi sistem untuk mengetahui kapan setiap simbol yang terkirim mulai dan kapan berakhir, dan perlu meyakinkan apakah setiap simbol sudah terkirim dengan benar.

Baca Selanjutnya - Perbandingan Komunikasi Analog dan Komunikasi Digital

Tuesday, June 7, 2011

Modulasi Digital

Modulasi adalah proses yang dilakukan terhadap sinyal informasi untuk dapat dikirimkan melalui media transmisi yang diinginkan dengan cara mengubah suatu karakteristik sinyal pembawa menurut sinyal informasi. Proses tersebut melibatkan sinyal informasi sebagai sinyal pemodulasi (modulating signal) dan sinyal pembawa (carrier) yang dimodulasi menjadi bentuk sinyal termodulasi (modulated signal). Mulanya modulasi yang digunakan adalah modulasi analog, akan tetapi dengan adanya perkembangan dan kemajuan dalam teknologi digital maka teknik modulasi digital juga ikut dan terus berkembang sebagai teknik modulasi masa depan. Keuntungan dari teknik modulasi digital dibandingkan modulasi analog tidak terlepas dari kelebihan yang dimiliki sistem digital secara keseluruhan dengan sifat bawaan dari isyarat digital seperti:
 a.  Lebih kebal derau
 b.  Pengolahan yang fleksibel meliputi:
- enkripsi atau dalam hal pengacakan demi keamanan
- pemampatan untuk penghematan
- kemampuan untuk disandikan.
Pada modulasi digital, sinyal informasinya merupakan data biner atau pengkodean M-ary atas data biner. Pengkodean M-ary menunjukkan dimana tiap simbol merepresentasikan n bit dan mempunyai M keadaan sinyal dimana dan hal ini disebut pensinyalan M-ary. Pada pembawa biasanya digunakan gelombang sinus, kemudian salah satu karakteristik pembawa sinus yaitu amplitudo, frekuensi, atau fase akan diubah-ubah menurut sinyal pemodulasi yang dalam hal ini adalah data biner sehingga menghasilkan sinyal termodulasi sebagaimana digambarkan pada gambar 1. Karena perubahan (shift)  tersebut terbatas atau terkunci (keying) hanya mengikuti dua logika biner yaitu ‘1’ dan ‘0’ maka modulasi digital juga dikenal dengan istilah shift keying (SK).


Gambar 1. Proses modulasi digital secara umum



          Klasifikasi teknik modulasi digital dapat didasarkan pada dua hal, yaitu:
    a. Berdasarkan variabel yang tervariasikan
    Ø Modulasi Amplitudo        : -Quadrature Amplitude Modulation (QAM/ QASK)

    Ø  Modulasi Fase              : - Phase Shift Keying (PSK) 
                                           - Differential Phase Shift Keying (DPSK)
                                                         - Offset Phase Shift Keying (OPSK)
    Ø  Modulasi Frekuensi         : - Frequency Shift Keying (FSK)

    Ø  Modulasi Fase Kontinyu   : - Gaussian Minimum Shift Keying (GMSK)
                                                          - Minimum Shift Keying (MSK) 
                                                          - Continuous Phase Frequency Shift Keying 
                                                         (CPFSK).
        b. Berdasarkan kelinearan
      Amplitudo sinyal modulasi dijadikan dasar klasifikasi ini dimana teknik modulasi digital disebut linear jika amplitudo pembawa tervariasi secara linear terhadap perubahan sinyal digital.
      Ø Linear                           : - Binary Phase Shift Keying (BPSK)
                                                            - Differential Phase Shift Keying (DPSK) 
                                                            - Quadrature Phase Shift Keying (QPSK)
      Ø Non-linear (Constant Envelope Modulation), yaitu amplitude pembawa konstan                      : - Binary Frequency Shift Keying (BFSK)
                                                            - Gaussian Minimum Shift Keying (GMSK) 
                                                            - Minimum Shift Keying (MSK)
      Ø Kombinasi linear non-linear: - Quadrature Amplitude Modulation (QAM)
                                                              - Minimum Phase Shift Keying (MPSK)
      Sistem komunikasi radio bergerak mulanya berkembang dengan sistem analog, sehingga teknik modulasi yang awal berkembang adalah teknik modulasi analog, tepatnya pada masa generasi pertama (1-rst G) sekitar tahun 1970-1980. Namun seiring dengan semakin maju dan berkembangnya penggunaan teknologi digital pada komunikasi radio bergerak, maka teknik modulasi digital juga ikut berkembang. Dengan perkembangan tersebut, saat ini telah terdapat banyak jenis metode atau teknik dari modulasi digital dan telah banyak pula sistem komunikasi radio bergerak yang menggunakannya seperti MIRS dengan QAM, GSM dengan GMSK, komunikasi satelit dengan PSK, IS-95 dengan BPSK dan lain-lain.
      Baca Selanjutnya - Modulasi Digital

      Monday, June 6, 2011

      Kabel Feeder

      Kabel feeder apakah itu? Bagi teman-teman yang sudah bergelut dalam dunia telekomunikasi pasti tidak asing dengan nama kabel feeder. Kabel feeder adalah kabel penghubung antara perangkat BTS dengan antena. Jelas fungsinya adalah sebagai media transmisi agar perangkat BTS dapat dipancarkan melalui antena. Banyak merk kabel feeder diantaranya Andrew, Leoni, NK, Drakka. Harganya pun bervariasi dari yang termahal adalah Andrew. Dengan nilai yang dibayar mahal tersebut didapat kualitas yang lebih bagus. Parameter sebagai penanda feeder itu bagus/ tidak adalah nilai attenuasi. Semakin bagus maka nilai attenuasinya akan semakin kecil. Coba kita bandingkan berikut tabel kabel feeder merk NK 7/8 - 50 ohm dengan kabel feeder merk Andrew 7/8 - 50 ohm.


       Gambar 1. Tabel attenuasi kabel feeder merk NK 7/8 - 50 ohm


      Gambar 2. Tabel attenuasi kabel feeder merk Andrew 7/8 - 50 ohm 
      Baca Selanjutnya - Kabel Feeder