Thursday, June 2, 2011

VSWR

VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) didefinisikan sebagai perbandingan amplitudo gelombang berdiri (standing wave) maksimum dan minimum yang terjadi pada saluran transmisi. Bila impedansi saluran transmisi tidak sesuai dengan transceiver maka akan timbul daya refleksi (reflected power) pada saluran yang berinterferensi dengan daya maju (forward power).Dalam rumus dapat dijabarkan sebagai berikut:

SWR    = Standing Wave Ratio
Vmax   = Tegangan absolut maksimal
Vmin   = Tegangan absolut minimal 
r         = Koefisien refleksi tegangan
Vf       = Tegangan maju/ forward ke antena
Vr       = Tegangan pantul/ reflected ke antena

SWR yang baik adalah bernilai 1 tapi dalam kenyataan sangat tidak mungkin mendapatkan nilai SWR=1 karena rugi-rugi yang ada dalam media pentransmisian. Dalam pendekatannya yang diijinkan adalah <= 2 terutama dalam pembuatan antena pabrik.

Dalam contoh aplikasi misalnya suatu transceiver mengeluarkan tegangan maju sebesar 12 V. Karena melewati media saluran transmisi yang panjang sampai di antena mengalami rugi-rugi sehingga sampai antena tegangannya menjadi 10 V. Antena mengeluarkan tegangan pantul sebesar 4 V. Tegangan pantul itu mengalami redaman karena media transmisi sehingga yang sampai ke transceiver sebesar 3 V.

Kalau digambarkan dengan SWR meter sebagai berikut: 



Gambar 1. SWR Meter diukur pada posisi dekat transceiver


Gambar 2. SWR Meter diukur pada posisi dekat antena 


Pada saat SWR diukur dekat transceiver akan didapatkan nilai SWR sbb:
Sedangkan saat SWR diukur pada posisi dekat dengan antenna diperoleh nilai sbb:

Dari metode dua pengukuran di atas didapatkan nilai yang berbeda yaitu 1.67 dan 2.33. Pada prakteknya dalam dunia telekomunikasi yang sering dipakai adalah metode yang pertama dengan nilai toleransi sesuai standar yang diperbolehkan dari perusahaan telekomunikasi yang bersangkutan. Biasanya nilai toleransinya sangat ketat dibawah 1.3. Sedangkan SWR antenna seperti yang sudah disebutkan didepan rata-rata dibawah 2.

Dirangkum dari berbagai sumber

4 comments:

Udin said...

Sharing mas Habibi, untuk SWR yang tinggi karena saluran yang tidak balanced, bisa diatasi dengan memakai matching impedance. Mungkin bisa ditambahin mas untuk tulisan SWR-nya tentang teknik membuat matching impedance dengan bantuan smith chart.

Suwun

bibie said...

Mantab mas udin...mungkin nanti untuk pembahasan selanjutnya yg lebih mendalam :)...Maklum masih nulis yg ringan-ringan dulu sebisanya...

rosyidi muzammam said...

Mas maaf mau tanya, untuk toleransi swr<2, kenapa kok gak 1,5 atau 3 gitu kang, kenapa 2?
Makasih mas, maaf nanya gini, ingin belajar

bibie said...

Toleransi rata-rata 2 adalah sesuai produksi dr antenna, klo operator rata2 memperbolehkan toleransi antena+jumper cable dibawah 1.3.Coba dgn contoh aj klo tegangan maju 10 volt, tegangan reverse 2 volt, nilai swr sudah 1.5..semakin mendekati 1 semakin baik alias tegangan baliknya mendekati nol

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Silakan tinggalkan pesan di sini.